Pages

Senin, 26 November 2018

TUGAS INDIVIDU MAKALAH FILOSOFI DAN PEMBELAJARAN WAWANCARA “NGAMEN PUISI”


TUGAS INDIVIDU
MAKALAH FILOSOFI DAN PEMBELAJARAN
WAWANCARA “NGAMEN PUISI”
DOSEN PEMBIMBING : MUSTAKIM JM, M.Pd
DISUSUN   OLEH
 DESI MARANATA (1888 203 022)
“Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI BAHASA INGGRIS
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU, 2018


PEMBAHASAN
WAWANCARA “NGAMEN PUISI”

1.      PENGERTIAN “NGAMEN PUISI”

            Menurut nurmazela Aulia  seorang mahasiswi dari FIB semester 7 yang juga ikut serta dalam acara ”Ngamen Puisi” ia berpendapat bahwa”ngamen puisi itu adalah acara/kegiatan yang dilakukan oleh anggota dari sanggar syirih yang menampilkan atau mengeksplorasi aksi dari beberapa cabang karya seni. Seperti puisi, syair, tari, dan musik. Dan disini saya berpatisipasi dalam cabang seni tari. Jadi dari kawan-kawan yang ingin menampilkan bakatnya bisa berpatisipasi disitu meskipun bukan anggota dari sanggar syirih.”
            Jadi menurut saya ngamen puisi adalah pertunjukan kegiatan seni yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Bisa saja tujuannya hanya sekedar untuk hiburan atau misalnya seperti yang dilakukan oleh anggota sanggar syirih mereka memanfaatkan kegiatan ini untuk menggalang dana untuk masyarakat di Palu yang terkena musibah  bencana alam.


2.      TUJUAN ACARA “NGAMEN PUISI”

            Tujuan dari acara ini yaitu:
Ø  untuk melakukan penggalangan atau pengumpulan  dana sumbangan bersama untuk masyarakat yang terkena musibah di Palu;
Ø  Untuk memperkenalkan sanggar syirih kepada semua mahasiswa yang hadir.

3.      MANFAAT ACARA “NGAMEN PUISI”

            Manfaat dari acara ngamen puisi yaitu:
Ø  Bisa menjadi motivasi untuk kawan-kawan dari penampilan aksi seni yang telah ditampilkan;
Ø  Bisa mendorong mahasiswa untuk ikut serta dalam sangggar syirih;
Ø  Mengembangkan  kreatifitas seni;
Ø  Meningkatkan rasa kepedulian sosial kepada sesama
Ø  Mempererat tali silahturahmi dan solidaritas semua orang baik yang berpatisipasi maupun yang datang keacara ini.
Ø  Mempererat rasa persatuan dan persaudaraan;
Ø  Bisa menjalin kebersamaan dan menambah kekompakan.
Ø  Bisa meringankan beban para korban bencana.



4.      FILOSOFI DARI ACARA “NGAMEN PUISI”

            Filosofi dari acara ini semuanya merangkup, dari awalnya persiapan, proses, dan hasil. Sebab sebelum mempersiapkan harus ada perencanaan apa yang akan dilakukan, dan kegiatan apa yang dilakukan sesuai dengan agenda. Kebetulan telah terjadi musibah yang tak disangka yang telah terjadi di Palu, kemudian dari sanggar syirih banyak yang bisa ditampilkan. Jadi acara ini bisa dieksplorasikan kekawan-kawan supaya bisa menarik perhatian untuk ikut serta dalam acara ini dan bisa termotivasi untuk ikut mengembangkan bakat seni, sekaligus pengggalangan  dana untuk masyarakat yang terkena musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Palu.


  1. DOKUMENTASI

Foto bersama Nurmazela Aulia dari FIB jurusan sastra melayu semester 7, anggota dari sanggar syirih cabang seni tari. Dia mengikuti sanggar syirih sejak awal sanggar syirih berdiri. Dan sekarang sanggar syirih sudah berdiri selama satu tahun. Foto ini diambil pada saat acara sedang  berlangsung, yaitu pada tanggal 3 oktober 2018 jam 11.54 siang. Pada waktu itu sedang berlangsung penampilan dari cabang seni musik.


Penampilan dari cabang seni musik yang ditampilkan pada saat acara “ngamen puisi”  sedang berlangsung. Pada hari rabu, 3 oktober 2018 pukul 11.57 siang. Mereka  membawakan lagu yang berjudul sunset di tanah Anarki. Dinyanyikan oleh kak jojo dengan penuh penghayatan dan diiringi seorang gitaris yaitu Rendi,dia memainkan musiknya dengan sangat baik.  Acara ngamen puisi ini di ketuai oleh bang Midun Al Hakurahawi. Nama aslinya Hamidunnas. Sedangkan untuk koordinator nya tidak ada ditentukan.



KOMENTAR/PENDAPAT:
Menurut saya, acara ini sangat bermanfaat. Dengan adanya acara ini kita bisa membantu masyarakat yang ada di palu. Karena bencana alam yang telah terjadi mengakibatkan korban mengalami kehilangan harta benda bahkan jiwa. Juga masalah kesehatan, kurangnya asupan gizi bagi tubuh manusia menyebabkan gizi buruk. .Sehingga bantuan dari sukarelawan sangat diperlukan. Dan acara ini adalah salah satu metode yang bisa digunakan. Selain itu, acara ini juga bisa menambah wawasan para mahasiswa yang hadir. Dengan adanya  acara ini mahasiswa bisa mengenal apa itu sanggar syirih dan bisa mengembangkan bakat dan kreativitas yang ada pada diri kita.selain itu, kita bisa bersosialisasi dengan orang yang hadir pada saat itu sehingga kita bisa saling mengenal satu dengan yang  lain. Dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dalam diri kita


SARAN DAN KRITIK:
Dalam pelaksanaanya, seharusnya urutan kegiatan acara dipersiapkan sejak awal, dan sebaiknya koordinator masing-masing kegiatan ada. sehingga teman- teman yang hadir ataupun yang ikut berpatisipasi bisa mengetahui apa dan bagaimana kegiatan ini akan berlangsung. Sehingga acara  bisa berlangsung dengan baik. Dan para pengisi acara pun bisa mengetahui kapan waktunya dia akan tampil, sehingga mereka bisa melakukan persiapan.


IDE KREATIF:
Menurut saya, jika dalam melaksanakan / membuat sebuah acara akan lebih baik jika para pengurusnya menggunakan kostum/ aksesoris yang bisa menonjolkan identitas mereka masing-masing. Sehingga orang yang datangpun akan merasa penasaran dan mendorong rasa ingin tahu para penonton. Juga kegiatannya bisa ditambah lagi, misalnya melakukan suatu hal yang unik dan kreatif baik secara visual maupun nonvisual.


Senin, 05 November 2018

BEACH IN RUPAT ISLAND


BEACH IN RUPAT ISLAND

Rupat Island is no stranger to the connoisseurs of the beauty of marine tourism in the archipelago. Traveling to islands all over the country can indeed give an extraordinary impression.
Especially for those who have to deal with a myriad of jobs and deadlines everyday, isolating themselves to islands far from city life can indeed be the most enjoyable choice to get rid of fatigue.
There are many marine tourism destinations in Indonesia. Starting from the outer islands of Indonesia's territory with a very charming beauty like Enggano Island or an island that is currently in dispute like Natuna Island .Both islands have extraordinary beauty and you must put in your vacation plans someday.
island tour rupat, island history rupat, island rupat hotel, beach charm island rupat, news rupat, island map rupat, island rupat tanjung medang, rupat island, island accommodation rupat, island tour rupat riau, beauty tour island rupat, map island rupat, Pulau Rupat became an integrated tour, Pulau Rupat Tanjung Medang, island accommodation Rupat, Pulau Rupat Utara, hotel on the island Rupat, the beauty of Pulau Rupat, Pulau Rupat, Pulau Pantai Rupat, long sand beach, ruptured beach, Tanjung Medang beach, beach pictures of Rupat. rupat beach address, rupat beach, rupat beach profile
Advertisements 

Back to Rupat Island which is also one of the outer islands of Indonesia with great tourism potential. On this island there are beach attractions that have recently become very famous for their beauty. This beautiful beach is widely known as Pantai Pesona Rupat Island or some call it Pasir Panjang Beach .
table of contents [sembunyikan]
·         Location of Rupat Island
·         How to get to Rupat Island?
Location of Rupat Island
Rupat Island is an island with a total area of ​​1,524 sq km located in Bengkalis Regency, Riau. Administratively Rupat Island is a sub-district that belongs to the Bengkalis Regency. You can read more complete information here
The location of Rupat Island is directly adjacent to the two closest neighboring countries, namely Singapore and Malaysia. The beach lips also directly border the Malacca Strait. For more details, please see the map of Rupat Island below:
How is the beauty of Pesona Island Rupat Beach?
Pesona Beach Rupat Island is actually a beach name with a wide area coverage. The length of this beach stretches to 3 areas on Rupat Island, starting from Tanjung Lapin , Tanjung Rhu , to Tanjung Punak .
Therefore, Pesona Beach Rupat Island is also often referred to by the names given by each of the areas that it occupies. So don't be surprised if the local community often mentions the name of this beach as Tanjung Lapin Beach, Tanjung Rhu Beach, and Tanjung Punak Beach.
island tour rupat, beach island charm rupat, island history rupat, island rupat hotel, news rupat, island map rupat, island rupat tanjung medang, rupat island, island lodging rupat, island tour rupat riau, beauty tourism island rupat, island map rupat, Pulau Rupat became an integrated tour, Pulau Rupat Tanjung Medang, island accommodation Rupat, Pulau Rupat Utara, hotel on the island Rupat, the beauty of Pulau Rupat, Pulau Rupat, Pulau Pantai Rupat, long sand beach, ruptured beach, Tanjung Medang beach, beach pictures of Rupat. rupat beach address, rupat beach, rupat beach profile
The beauty of Pasir Panjang Beach, Pesona Beach Rupat Island
Speaking of its beauty, Rupat Island Beach has its own popularity. The beach that is touted as the longest sand beach in Indonesia has a very beautiful charm.
Pesona Beach Rupat Island has a shoreline with white sand that stretches gently. Visitors can do lots of interesting activities on this beach such as:
§  Swim
§  Play water on the shore
§  Surf
§  Snorkeling
§  Sun
§  Photo hunting
§  Enjoy the beauty of the Malacca Strait
§  and much more…..
Interesting Activities That Can Be Done At Pesona Beach Rupat Island
In addition to the beautiful view of the Malacca Strait, visitors can also see first hand the views of Tanjung Rusa in neighboring countries.
The condition of clear water and not too deep is also very suitable to be used as a place to swim and play water. If you don't want to swim, visitors also usually play on the beach while sunbathing. White and clean beach sand makes visitors feel at home on this beach.
For lovers of surfing sports, the waves on the sea around the beach are also very supportive. Many foreign tourists come to visit the waves on the sea of ​​Rupat Island. If you are one who likes surfing sports, then there is nothing wrong if you also cannot lose to join the waves on Rupat Island.
If you want to snorkel then this place is also very suitable. The undersea biota that is still awake complete with colorful small fish can be found easily here.Because the water is quite clear and not too deep around the shoreline.
island tour rupat, beach island charm rupat, island history rupat, island rupat hotel, news rupat, island map rupat, island rupat tanjung medang, rupat island, island lodging rupat, island tour rupat riau, beauty tourism island rupat, island map rupat, Pulau Rupat became an integrated tour, Pulau Rupat Tanjung Medang, island accommodation Rupat, Pulau Rupat Utara, hotel on the island Rupat, the beauty of Pulau Rupat, Pulau Rupat, Pulau Pantai Rupat, long sand beach, ruptured beach, Tanjung Medang beach, beach pictures of Rupat. rupat beach address, rupat beach, rupat beach profile
For those who come to Rupat Island with the aim of hunting photos also will not be disappointed, because there are so many beautiful spots that you might find here.
The blue view of the Malacca Strait, which is decorated by rows of small islands around it, can provide extraordinary value for beauty and art if taken from the right angle. You certainly won't regret coming to this island.
From the shore also visitors can usually see a lot of merchant ships and other large ships passing through the sea around Rupat Island. And the best time to see its beauty is when night falls.
At night you will see lots of twinkling lights coming from neighboring countries and also from passing ships. You can relax on the edge of the beach while burning corn and fish while enjoying the beautiful nature that extends before you. Guaranteed!
How to get to Rupat Island?
To get to Rupat Island is actually not difficult. Access to the island of Rupat At the moment it is very easy because transportation to Rupat Island has already been repaired and developed by the local government.
To get to Rupat Island the easiest way is to take a speed boat from Dumai City. Travel up to the location takes about 2 hours.




Nine princess tombs North Rupat


Name: Desi Maranata (1888 203 022)
Class: 1.1
Nine Princess Tombs
North Rupat
This is the Mystical Story Behind the Beautiful Area of ​​the North Rupat Nine Princess Tombs
Beautiful natural charm around the Nine Princess Tombs in North Rupat.
BENGKALIS - Rupat Island in Bengkalis Regency, Riau Province. There is a story passed down from generation to generation about the community related to its origin and whereabouts to the island of Rupat.
Initially the Rakit, Ratas, Hutan tribes, Sakai came from Minang (Pagaruyung). When the war broke out with the Dutch they retreated to the forest and then to the Mandau river then to the Siak Indrapura River.
were Rampang people who leter become known as the Sea tribe. They were allowed to occupy the island by carrying goods as exchangers such as, a gold rower, a piece of rice seeds, and a sago sack. Then the group went to Bukit Batu facing the Admiral King Dilaut to request the materials.Furthermore, laksmana continued to Sultan Siak, the materials were given to Laksmana, then given to the group and handed over to the Rampang People.
There was an exchange of places that eventually the island was known as Rupat Island (Pulau Tukar Tempat). Furthermore , the Ratas group settled in Titi Akar, in the eastern part of the Morong Strait river (now in North Rupat Subdistrict), and the Rakit Group settled in Panjang Forest, in the western part of the Morong Strait river (Rupat District). Some indigenous groups who originally lived in Titi Akar Village then spread to Batu Panjang and Kampung Rampang not far from the beach.

Now to go to the Hutan Panjang Village is not only reched through the strait of Morong River. For example, if departing from Batu Panjang, the capital of Rupat District or Tanjung Medang, the capital of North Rupat District can be reached by
route through village roads or plantations.

Now there are no more houses on stilts on the banks of the river, although it is not uncommon for people to tell of the existence of former villages on the banks of the river and gold garaves being moved from the banks of the river.
The story of the tomb, in North Rupat there is a story about the history of the Nine Princess Tomb which is famous fot its beauty. This tomb is located in Kadur Village. Once upon a time, many captivated nobles brought local women into concubines.
When merchant ships docked on Rupat Island, residents were very worried that the nine daughters who were still descended from Siak would be taken by the merchants. The nobles often make trouble and often get into fights just because of women.
 Then, on of residents tried to hide nine daughters in a well and made a hole as a means of breathing. But  unfortunately, when the nobles left, the residents forgot to issue the nine daughters. Finally they died buried in the hole
”This story begins with word of mouth and is retold by parents in Rupat. But some time ago, seeing the princess 9’s Tomb could be used as a tourist attraction, the former regent of Bengkalis, Ir. H Herliyan Saleh along with all SKPD in Bengkalis Regency Government came specifically make a pilgrimage at princess 9’s  Tomb”, said the Head of the Bengkalis Regency
Culture, Tourism, Youth and Sports Service, Eduar MPsa to GoRiau.com , Monday (03/21/2016).
During the pilgrimage there, continued Eduar, there were paranormals who were deliberately brought in from North Sumatra to help all those present at the Princess of Nine Tombs hear the stories of the nine daughters who died simultaneously. This paranormal arrival was also at the request of the First Princess of the nine Princesses.
"When in the vicinity of the tomb, anyone is obliged to guard the restrictions that have been made by the nine Princess Siak descendants. Like, when entering the graveyard area, pilgrims are obliged to open footwear as we enter our own home. In addition, pilgrims are prohibited from asking rich, and others when making a pilgrimage because it is shirk. Princess nine will be angry if the pilgrims do not follow the rules he made, "Eduar explained again.
Around this nine princess's grave, many natural phenomena have mystical stories. First, the tombstones of the first nine Princesses were not arranged and had been arranged according to the wishes of the eldest daughter who could change her position again.
Secondly, every day the Eldest Princess, who has the mandate to protect Rupat Island Mainland, sows flowers at an old well that is only 1 meter deep but never dry. At that time there were residents who died after drinking shallow well water. Died not because the well water is poisonous, but the person is punished for his actions that leave prayer to satisfy worldly desires.
Thirdly, in a small tributary near the Tomb is also sprinkled with flowers every day by the First Daughter. The reason is because there is a spirit in the river. Where at that time there was a greedy fisherman when fishing lokan (shells) in the river. The fisherman was too happy to get a lot of lokan, so forgetting the prayer time even though the Maghrib call to prayer was already reverberating. In the river that sinks with lokan already packed in sacks.
"When the eldest daughter told me, she also performed several rituals such as sowing flowers on shallow wells that never dried up and many small rivers. They said there were spirits who went in those two places, they were greedy people and left prayers," Eduar's review again still remembers the story of the eldest daughter who was asked to tell her life history through a psychic.
Fourth, other natural phenomena that fascinate are, around the tomb there are sand like crystalline grains of various colors, brown and white. This sand invites the attention of the surrounding community. Because along the road from the neighborhood, the majority of the Akit tribe to the cemetery is still muddy.
"The story, who used to die after drinking shallow well water, people who previously took sand around the graveyard and also forgot the prayer time. Whoever violates the restrictions and damages the environment around the cemetery will get bad luck in his life. Until now there are no local residents who come to the Tomb complex to pick up sand and lokan in the tributary, "explained Eduar, who recalled Putri Sembilan's stories one by one.
Eduar said, to get the Princess Nine story is very difficult. The Princess initially refused to tell the story according to the message of his father. According to his father, so that the story is lost in time. But with long negotiations and the goal is to historical knowledge, as a result the Princess gets permission from her father to tell the story of the Nine Princess Tombs.
"The Elder Princess's duty is to guard Rupat Mainland, while the Youngest Princess looks after Rupat Beach and the surrounding sea. Fishermen who usually go to sea are always reminded not to damage the marine ecosystem. If it is violated, then the Youngest Princess will also be angry and make the fishermen not get fish as usual, "explained Eduar who plans to make a history book of the Nine Princess Tombs so that in the future it can be included in history lessons in Riau.
Puteri Nine's grave, continued Eduar, was cleaned every day by the guard who had been given an honor by the Bengkalis Regency Government. "Cleaning the tomb was also at the request of the Elder Princess, because she wanted their resting place to be clean," Eduar closed. (* / rha)





Makam Putri Sembilan
Rupat Utara
Inilah Kisah Mistis Dibalik Indahnya Kawasan Wisata Makam Puteri Sembilan Rupat Utara
Indahnya pesona alam sekitar Makam Puteri Sembilan di Rupat Utara.
BENGKALIS - Pulau Rupat yang berada di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Terdapat kisah yang disampaikan secara turun-temurun tentang masyarakat tersebut berkaitan dengan asal muasal dan keberadaannya hingga sampai ke Pulau Rupat.
Awalnya suku-suku Rakit, Ratas, Hutan, Sakai berasal dari Minang (Pagaruyung). Ketika terjadi peperangan dengan Belanda mereka mundur mengungsi ke hutan lalu ke sungai Mandau kemudian ke Sungai Siak Indrapura.
Pada masa pemerintahan Sultan Sarif Karim IX, diadakan kenduri dan menyuruh orang untuk mengambil kayu di hutan, sehingga dibagi 4 kelompok, yaitu, kelompok menebang kayu (hutan), meratas (ratas), merakit (rakit), dan Sakai. Setelah seminggu mereka kembali ke Siak dengan membawa kayu.
Kemudian keempat suku diperintahkan mencari tempat atau pulau yang tidak ada binatang buas, sampailah kelompok Rakit dan Ratas ke suatu pulau. Kelompok tersebut menyusuri sungai Selat Morong dari barat hingga ke timur. Semula yang mendiami pulau tersebut adalah orang Rampang yang kemudian dikenal dengan suku Laut.
Mereka diperbolehkan menempati pulau tersebut dengan membawa barang-barang sebagai alat penukar seperti, sebatang pendayung emas, sekerat biji beras, dan sekerat tampi sagu. Kemudian kelompok tersebut ke Bukit Batu menghadap ke Laksmana Raja Dilaut untuk meminta bahan-bahan itu.
Selanjutnya Laksmana meneruskan ke Sultan Siak, bahan-bahan tersebut diberikan ke Laksmana, kemudian diberikan ke kelompok tersebut dan oleh kelompok itu diserahkan ke orang Rampang. Terjadilah pertukaran tempat yang akhirnya pulau itu dikenal dengan Pulau Rupat (Pulau Tukar Tempat).
Selanjutnya kelompok Ratas menetap di Titi Akar, di bagian timur sungai Selat Morong (sekarang masuk Kecamatan Rupat Utara), dan kelompok Rakit menetap di Hutan Panjang, di bagian barat sungai Selat Morong (Kecamatan Rupat).
Sebagian kelompok masyarakat asli yang semula tinggal di Desa Titi Akar kemudian menyebar ke Batu Panjang dan Kampung Rampang tidak jauh dari tepi pantai.
Kini untuk menuju ke Desa Hutan Panjang tidak hanya ditempuh melalui sungai Selat Morong. Misalnya jika berangkat dari Batu Panjang, ibukota Kecamatan Rupat atau Tanjung Medang, ibukota Kecamatan Rupat Utara dapat ditempuh melalui jalan darat melewati jalan-jalan desa atau perkebunan.
Kini tidak lagi dijumpai rumah-rumah panggung di tepian sungai, meskipun tidak jarang masyarakat menceritakan adanya bekas-bekas perkampungan di tepian sungai maupun makam-makam lama yang dipindahkan dari tepi sungai.
Cerita soal makam, di Rupat Utara ada kisah cerita masyarakat tentang sejarah Makam Puteri Sembilan yang terkenal dengan kecantikannya. Makam ini terdapat di Desa Kadur. Alkisah, banyak bangsawan terpikat membawa wanita tempatan untuk dijadikan selir.
Ketika kapal saudagar berlabuh di Pulau Rupat, warga sangat khawatir jika sembilan orang putri yang masih turunan Siak akan dibawa oleh para saudagar. Para bangsawan sering kali membuat onar dan sering terlibat perkelahian hanya gara-gara wanita.
Lalu, salah seorang warga berusaha menyembunyikan sembilan orang putri itu di dalam sebuah sumur serta dibuat lobang sebagai sarana pernapasan. Namun sayang, ketika para bangsawan pergi, warga itu lupa mengeluarkan kesembilan putri tersebut. Akhirnya mereka tewas terkubur dalam lobang itu.
"Cerita ini berawal dari mulut ke mulut dan diceritakan kembali oleh orang tua di Rupat. Namun beberapa waktu lalu, karena melihat Makam Puteri 9 bisa dijadikan objek wisata, Mantan Bupati Bengkalis, Ir H Herliyan Saleh bersama seluruh jajaran SKPD di Pemerintah Kabupaten Bengkalis datang khusus berziarah di Makam Puteri 9," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, H Eduar MPsa kepada GoRiau.com, Senin (21/3/2016).
Saat ziarah ke sana, lanjut Eduar, ada paranormal yang sengaja didatangkan dari Sumatra Utara untuk membantu semua yang hadir di Makam Puteri sembilan bisa mendengar langsung cerita sembilan puteri yang meninggal serentak itu. Kedatangan paranormal ini juga atas permintaan Puteri Sulung dari yang sembilan Puteri itu.
"Saat berada disekitar makam, siapapun wajib menjaga pantangan yang sudah dibuat oleh ke sembilan Puteri turunan Siak ini. Seperti halnya, saat memasuki areal makam yang sudah dipagari, peziarah wajib membuka alas kaki sebagaimana kita masuk kerumah sendiri. Selain itu juga, peziarah dilarang meminta kaya, dan lainnya saat berziarah karena itu syirik. Puteri sembilan akan marah jika peziarah tidak mengikuti aturan yang dibuatnya tersebut," jelas Eduar lagi.
Disekitar makam Puteri sembilan ini, banyak fenomena alam yang memiliki cerita mistis. Pertama, batu nisan sembilan Puteri yang pertama tidak tersusun dan sudah disusun sesuai keinginan Puteri sulung itu bisa berubah-ubah lagi posisinya.
Kedua, setiap hari Puteri Sulung yang mendapat mandat menjaga Pulau Rupat Daratan ini menabur bunga pada sumur tua yang kedalamannya hanya 1 meter namun tidak pernah kering. Disumur itu dulu ada warga yang meninggal usai meminum air sumur dangkal itu. Meninggal bukan karena air sumur mengandung racun, melainkan orang tersebut dihukum atas perbuatannya yang meninggalkan salat demi memuaskan nafsu duniawi.
Ketiga, di anak sungai kecil dekat sekitar Makam juga ditaburi bunga setiap hari oleh Puteri Sulung. Alasannya karena di sungai itu juga ada roh. Dimana saat itu ada nelayan yang serakah saat menjala lokan (kerang) disungai tersebut. Nelayan itu terlalu gembira banyak mendapatkan lokan, sehingga lupa dengan waktu solat meskipun adzan magrib sudah berkumandang. Di sungai itu yang tenggelam bersama lokan yang sudah dikemas dalam karung.
"Ketika Puteri Sulung itu bercerita, dia juga melakukan beberapa ritual seperti menabur bunga pada sumur dangkal yang tidak pernah kering dan sungai kecil yang banyak lokan. Katanya ada roh yang pergi didua tempat itu, mereka adalah orang-orang yang serakah dan meninggalkan salat," ulas Eduar lagi yang masih ingat betul cerita Puteri sulung yang saat itu diminta untuk bercerita sejarah hidupnya melalui paranormal.
Keempat, fenomena alam lainnya yang membuat takjub adalah, disekitar makam terdapat pasir seperti butiran kristal dengan berbagai warna, coklat dan putih. Pasir ini mengundang perhatian masyarakat sekitar. Sebab sepanjang jalan dari pemukiman warga sekitar yang mayoritas suku Akit itu hingga ke area pemakaman masih berlumpur.
" Ceritanya, yang dulu meninggal setelah minum air sumur dangkal itu adalah, orang yang sebelumnya mengambil pasir disekitar makam dan juga lupa waktu salat. Siapa yang melanggar pantangan dan merusak lingkungan sekitar pemakaman akan mendapatkan kesialan dalam hidupnya. Hingga kini tidak adalagi warga setempat yang datang ke komplek Makam untuk mengambil pasir dan lokan pada anak sungai itu," terang Eduar yang mengingat satu persatu cerita Putri Sembilan.
Dikatakan Eduar, untuk mendapatkan cerita Puteri sembilan ini sangat sulit. Sang Puteri awalnya menolak bercerita sesuai pesan sang ayahanda. Menurut sang ayahanda, biar cerita itu hilang dimakan masa. Namun dengan negosiasi yang panjang dan tujuannya adalah untuk pengetahuan sejarah, alhasil sang Puteri mendapatkan ijin dari ayahanda nya untuk menceritakan kisah Makam Sembilan Puteri.
"Tugas Puteri Sulung ini adalah menjaga Rupat Daratan, sedangkan Puteri Bungsu menjaga Pantai Rupat dan laut sekitarnya. Nelayan yang biasa melaut

juga selalu diingatkan agar tidak merusak ekosistem laut. Jika itu dilanggar, maka Puteri Bungsu juga akan berang dan membuat nelayan tidak akan mendapat ikan seperti biasanya," jelas Eduar yang berencana akan membuat buku sejarah Makam Puteri Sembilan agar kedepannya bisa masukan dalam pelajaran sejarah di Riau.
Makam Puteri Sembilan ini, lanjut Eduar, setiap hari dibersihkan oleh penjaganya yang sudah diberi honor oleh Pemkab Bengkalis. "Membersihkan makam itu juga atas permintaan Puteri Sulung, karena ia ingin tempat istirahat mereka itu bersih," tutup Eduar. (*/rha)



Source
https://www.goriau.com/berita/gonews-group/inilah-kisah-mistis-dibalik-indahnya-kawasan-wisata-makam-puteri-sembilan-rupat-utara.html

ENGLISH ASSESMENT TASK ( OLAH DATA)

 GROUP: DESI MARANATA ELENA .N NABILLA KHAIRUNNISA PEBRI YUNI BR HUTABARAT SRI NURANISA MAIDA DOKUMEN OLAH DATA ( ENGLISH ASSESMENT)