Pages

Rabu, 20 Maret 2019

CIPTAAN BUDAYA MELAYU RIAU LESUNG DAN ANTAN


TUGAS  INDIVIDU BUDAYA MELAYU
“SALAH SATU CIPTAAN BUDAYA YANG TERDAPAT
PADA MASYARAKAT MELAYU RIAU”

DISUSUN OLEH :
DESI MARANATA (1888 203 022)
DOSEN PEMBIMBING :
Dr. ULUL AZMI, M.A


PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
2018/2019


SALAH SATU CIPTAAN BUDAYA YANG
TERDAPAT PADA MASYARAKAT MELAYU RIAU
“LESUNG DAN ANTAN”
1.    Pengertian Lesung dan Antan (Alu)
            Lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah (sekam) dari beras secara mekanik. Lesung sendiri sebenarnya hanya wadah cekung, biasanya dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya. Gabah yang akan diolah ditaruh di dalam lubang tersebut. Padi atau gabah lalu ditumbuk dengan alu, tongkat tebal dari kayu, berulang-ulang sampai beras terpisah dari sekam.
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lesung adalah perkakas yang dibuat dari kayu atau batu yang berlekuk di tengahnya untuk menumbuk beras dan sebagainya. Sedangkan, alu atau antan adalah alat untuk menumbuk padi dan sebagainya yang dibuat dari kayu. Baik lesung maupun alu dibuat dari bahan kayu utuh. Kayu yang digunakan biasanya berupa kayu jati, kayu nangka, sono keling atau glugu.


2.    Sejarah dan Penggunaan Lesung dan Antan
            Dalam keseharian-nya, lesung digunakan untuk mengolah beras dan fungsi lainnya adalah sebagai alat musik yang umumnya digunakan oleh kaum wanita. Mengapa wanita? hal ini dikarenakan dulunya wanita-lah yang biasanya melakukan kegiatan mengolah gabah tersebut sementara pria bekerja di sawah.
            Dikarenakan pekerjaan lesung yang terkadang membosankan, mereka berinisiatif untuk memanfaatkan lesung tersebut untuk dijadikan alat musik. Pola tumbukan yang monoton berubah menjadi sahut-sahutan dan menghasilkan bunyi yang berbeda-beda.
            Selain untuk menghasilkan suara yang unik, dengan menggunakan pola yang bergantian juga mencegah terjadinya benturan antar Alu penumbuk karena sebuah lesung bisa digunakan 4 hingga 6 orang sekaligus.
Dulunya proses mengolah dengan lesung dilakukan waktu subuh (sebelum matahari terbit). Setelah selesai ditumbuk, proses yang dilalui kemudian adalah ditampeni (disaring) dengan menggunakan alat yang terbuat dari bambu untuk memisahkan beras dan dedak.
            Untuk menggunakan lesung, penggunanya harus memiliki stamina yang banyak dikarenakan teknik dan cara memainkan alat musik lesung membutuhkan tenaga ekstra.

3.    Musik lesung
            Bunyi-bunyian yang dihasilkan dari hentakan antan dengan lesung  yang indah dan menyenangkan. Menumbuk padi menggunakan lesung dari bahan kayu yang cukup besar, dibuat lubang yang dapat menampung sekitar dua atau tiga kilogram padi sekali menumbuk. Padi ditumbuk beramai-ramai sangat menyenangkan. Biasanya untuk menghilangkan rasa bosan dan letih dilakukan dengan bergembira. Satu lesung ada yang sampai 4 atau 5 orang. Mereka mengerubuti lubang lesung untuk menjatuhkan  antan perlu seni tersendiri. Mereka menumbuk dengan ritme tersendiri.  Disinilah letaknya kenikmatan dalam menumbuk padi bersama. Masing-masing peserta, sudah siap menurut gilirannya, tidak pernah bentrok antara antan yang satu denga yang lain. Sekali-kali memang tidak langsung masuk ke lubangnya melainkan dipinggir lesung sehingga bunyinya berbeda. Bagi yang sudah biasa, giliran yang diseling-seling itu mempunyai irama tersendiri. Suaranya terdengar dari kejauhan dan mengundang bujang untuk datang. Suara tingkah menumbuk padi itu lebih indah dari sebuah musik dangdut sekalipun. Hal seperti inilah yang menciptakan irama yang indah dan menyenangkan bagi yang mendengar. Karena menarik, ada juga orang yang sengaja datang untuk menikmati musik lesung ini dan membantu menumbuk padi. Pekerjaan yang membuat lelah ini akhirnya dikerjakan dengan keriangan.

4.         Musik menumbuk padi lesung Galagaran
                        Musik menumbuk padi lesung Galagaran adalah Duriancacar, Gedabu,  Sungailimau dalam menumbuk padi. Apabila padi ladang telah dipanen dan telah kering pula dijemur. Maka gadis-gadis Talang Mamak menumbuknya beramai-ramai.
            Ada keunikan tersendiri menumbuk padi di Talang Mamak ini. Dimana hentakan antan (alu) secara bergantian akan muncul galagaran ( ketuk atau kentongan) dan menimbulkan kesan musik yang enak didengar.
            Bunyi gelagaran hannya sekadar bunyi semata, namun punya maksud tertentu pula, yaitu:
·                     Memberi kabar pada tetangga atau pada dusun lainnya bahwa disini kami telah                  panen padi, bekerja sambil menghibur diri (bedundung), dan
·                      memberi kabar dan tanda kepada bujang-bujang yang telah pulang dari ladang                  untuk bertandang malam nanti.



Sumber:
https://alatmusikindonesia.com/cara-memainkan-alat-musik-lesung/
https://lamriau.id/budaya-melayu-riau-muatan-lokal-full/
Ensiklopedia kebudayaan Melayu Riau



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ENGLISH ASSESMENT TASK ( OLAH DATA)

 GROUP: DESI MARANATA ELENA .N NABILLA KHAIRUNNISA PEBRI YUNI BR HUTABARAT SRI NURANISA MAIDA DOKUMEN OLAH DATA ( ENGLISH ASSESMENT)